Kemensos Bidik Penyaluran Bansos ke 35 Juta KPM hingga Akhir November

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jakarta — Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan sosial triwulan keempat kepada 15.726.385 Keluarga Penerima Manfaat dari total target 35.046.783 KPM. Penyaluran tahap pertama tersebut mencakup bantuan sosial reguler dan Bantuan Langsung Tunai Sementara.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, penyaluran tahap awal sebagian besar dilakukan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara, sementara lebih dari 676 ribu KPM menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia. Penyaluran itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Ia menyampaikan, penyaluran tahap kedua akan dimulai pada pekan ini. Pada tahap tersebut, sebanyak 11.609.092 KPM akan menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia, sementara sekitar 1 juta KPM lainnya melalui Himbara. Pemerintah berharap bantuan yang bersumber dari Presiden itu dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

Pada tahap ketiga, Kemensos menyiapkan penyaluran bantuan kepada 7.710.856 KPM. Dengan skema tersebut, Kemensos menargetkan seluruh lebih dari 35 juta KPM telah menerima bantuan sosial sebelum akhir November.

Saifullah Yusuf juga menyebut, PT Pos Indonesia untuk pertama kalinya akan menyalurkan bantuan sosial kepada lebih dari 10 juta KPM dalam satu periode penyaluran. Ia menegaskan seluruh biaya distribusi bansos ditanggung oleh pemerintah dan tidak boleh ada pemotongan dalam bentuk apa pun kepada penerima.

Sementara itu, Senior Vice President Government and Corporate PT Pos Indonesia Hendra Sari menjelaskan bahwa distribusi bansos melalui PT Pos akan dimulai pada Jumat mendatang. Penyaluran dilakukan dua hari setelah dana diterima, dengan memperhatikan kesiapan teknis dan sosialisasi kepada penerima baru.

Ia menuturkan, penerima BLTS wajib membawa surat pemberitahuan dari PT Pos Indonesia serta identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga. Jika bantuan diambil oleh anggota keluarga, Kartu Keluarga harus dilampirkan sebagai bukti yang sah.

PT Pos Indonesia akan membagikan surat pemberitahuan kepada penerima dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah. Jadwal dan lokasi pembayaran diatur agar tidak terjadi penumpukan warga. Penyaluran dilakukan secara tertib namun tetap cepat sesuai arahan Kementerian Sosial.

Hendra menambahkan, penyaluran BLTS dilakukan melalui tiga mekanisme, yakni penerima datang langsung ke kantor pos, petugas mendatangi komunitas tertentu, atau pengantaran langsung ke rumah bagi penerima yang sakit, lanjut usia, atau penyandang disabilitas. Untuk mempercepat layanan, pembayaran juga dilakukan pada akhir pekan.