Tanah Bumbu – Upaya percepatan rehabilitasi ekosistem mangrove di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menjadi fokus pembahasan Tim Pakar dan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Pertemuan digelar di Jakarta, Selasa (6/1/2026), sebagai respons atas kerusakan mangrove yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir Tanah Bumbu.
Rektor ULM Ahmad Alim Bachri menegaskan, pemulihan mangrove harus segera dilakukan karena kerusakan ekosistem tersebut berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. “Kami berupaya mempercepat pemulihan ekosistem mangrove yang rusak, khususnya di kawasan pesisir yang mengalami abrasi cukup parah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenhut Mahfudz membahas kondisi mangrove di wilayah Sungai Dua, Tanah Bumbu. Kawasan ini tercatat mengalami abrasi signifikan yang mengancam pemukiman, aktivitas ekonomi pesisir, serta keberlanjutan lingkungan hidup masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu telah menyiapkan dukungan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk program rehabilitasi. Namun, sebagian besar kawasan yang akan direhabilitasi berada di wilayah konservasi, sehingga pelaksanaannya memerlukan koordinasi lintas sektor serta perizinan resmi dari Kementerian Kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan.
Dalam skema kerja sama ini, ULM berperan sebagai mitra strategis yang memberikan dukungan akademik, kajian ilmiah, serta rekomendasi teknis berbasis riset. Peran tersebut dianggap penting untuk memastikan rehabilitasi mangrove dilakukan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan.
Keahlian dan sumber daya keilmuan ULM diharapkan memperkuat perencanaan hingga implementasi program rehabilitasi, sehingga pemulihan ekologis mangrove juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
ULM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam penanganan isu-isu lingkungan strategis di Kalimantan Selatan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekosistem mangrove sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir Tanah Bumbu dari ancaman abrasi di masa mendatang.