Tanah Bumbu – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mencatatkan momen bersejarah dengan melaksanakan buka puasa bersama ratusan warga binaan di Lapas Kelas III Batulicin, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Safari Ramadan pemerintah daerah sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga binaan.
Kehadiran Bupati di lapas tersebut menjadi peristiwa istimewa. Pihak lapas mencatat, Andi Rudi Latif merupakan bupati pertama yang mengunjungi sekaligus berbuka puasa bersama para warga binaan di Lapas Kelas III Batulicin. Ia hadir didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati mengajak para warga binaan untuk tetap menjaga semangat hidup dan tidak kehilangan harapan memperbaiki masa depan. Ia menekankan bahwa setiap perjalanan hidup adalah proses menuju kebaikan, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama memiliki tekad dan kemauan untuk berubah.
“Marilah kita sama-sama meniatkan hidup untuk kebahagiaan dan ibadah. Perjalanan hidup masih panjang. Hidup adalah perjuangan untuk kebaikan, untuk kemaslahatan, serta untuk keluarga kita,” ujar Andi Rudi Latif.
Selain itu, Bupati bersama Forkopimda meninjau pembangunan fasilitas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan lapas. Ia juga meresmikan sejumlah fasilitas baru, yakni Dapur Sehat Lapas Batulicin dan Klinik Paripurna, secara simbolis melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Momentum Safari Ramadan juga ditandai dengan pemberian nama baru bagi masjid di lingkungan lapas. Bupati menamai tempat ibadah tersebut Masjid At-Taubah, yang disambut lantunan selawat oleh warga binaan.
Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Arifin Akhmad, mengungkapkan jumlah warga binaan saat ini mencapai sekitar 560 orang, jauh melebihi kapasitas ideal lapas yang hanya sekitar 310 orang.
Kegiatan hari itu ditutup dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan tausiyah oleh Habib Musthofa Abdullah Alaydrus. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya tidak berputus asa. Kesalahan yang pernah dilakukan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan derajat seseorang apabila disertai niat tulus untuk berubah.