PERMATA CAI XVII Dibuka, Pemkab Tanah Bumbu Dorong Pembinaan Generasi Muda

Facebook
Twitter
WhatsApp

Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) XVII Tahun 2026 yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanah Bumbu.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, H. Deny Haryanto, di Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (7/7/2026).

Dalam sambutannya, Deny Haryanto menyampaikan apresiasi atas konsistensi LDII dalam menyelenggarakan kegiatan pembinaan generasi muda yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia menilai PERMATA CAI menjadi wadah strategis dalam membentuk karakter, akhlak, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang berkarakter dan berintegritas.

“Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu membangun persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, mencintai alam, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Bumbu, H. Ridwan, mengatakan PERMATA CAI merupakan program pembinaan tahunan yang telah berjalan selama 17 tahun sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam membentuk generasi muda yang religius, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan.

Ia menambahkan, pembukaan PERMATA CAI tingkat nasional telah dilaksanakan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia di Pondok Pesantren Gadingmangu, Jombang, pada 29 Juni 2026, dan Kabupaten Tanah Bumbu turut mengirimkan tiga peserta terbaik.

Tahun ini, PERMATA CAI XVII di Kabupaten Tanah Bumbu diikuti sekitar 450 peserta dari jenjang SMP, SMA, hingga mahasiswa dari berbagai wilayah.

Selain kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter, peserta juga mendapatkan materi wawasan kebangsaan yang menekankan pentingnya cinta tanah air, penguatan nilai Pancasila, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya.