Tanah Bumbu Siaga Karhutla dan Kekeringan, Posko Bencana Diaktifkan

Facebook
Twitter
WhatsApp

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta bencana hidrometeorologi selama musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan setelah Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menetapkan status siaga darurat bencana karhutla dan kekeringan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Penguatan kesiapsiagaan kemudian ditindaklanjuti melalui Rapat Koordinasi dan Aktivasi Pos Komando serta Pos Lapangan yang digelar di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (6/8/2026).

Rapat dibuka oleh Bupati Andi Rudi Latif melalui Sekretaris Daerah Yulian Herawati dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, hingga perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Tanah Bumbu.

Dalam arahannya, Yulian Herawati menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar potensi bencana dapat dikenali dan ditangani sejak dini.

“Bapak Bupati Andi Rudi Latif menginstruksikan agar seluruh instansi, TNI-Polri, Forkopimda, serta perusahaan swasta memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pencegahan harus menjadi prioritas agar risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Yulian Herawati.

Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah langkah strategis, di antaranya mekanisme aktivasi Pos Komando dan Pos Lapangan, pembagian tugas antarinstansi, sistem pelaporan, serta penguatan upaya mitigasi bencana.

Keberadaan Pos Komando dan Pos Lapangan diharapkan dapat mempercepat alur komunikasi, koordinasi, serta pengambilan tindakan apabila terjadi potensi maupun kejadian bencana di lapangan.

Penetapan status siaga darurat juga menjadi dasar bagi perangkat daerah dan instansi terkait untuk mengoptimalkan personel, sarana dan prasarana, serta sumber daya yang dimiliki dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan bencana.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menargetkan penanganan karhutla, kekeringan, dan bencana hidrometeorologi dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, dan efektif.

Selain respons saat bencana terjadi, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya langkah pencegahan agar potensi bencana selama musim kemarau dapat ditekan sejak awal.

Artikel Terbaru