Bupati Andi Rudi Latif Ajak Masyarakat Maknai Isra Mi’raj sebagai Penguatan Spiritual

Facebook
Twitter
WhatsApp

Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Falah, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (16/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat, dan berlangsung dalam suasana khidmat.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran spiritual sekaligus mempererat persatuan umat Islam di daerah. Ia menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang sarat makna dan penuh hikmah. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW hendaknya menjadi pijakan dalam membangun Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab,” ujar Andi Rudi Latif. Ia berharap peringatan ini mampu memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan shalawat Nabi yang menghangatkan suasana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Habib Musthafa bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Syamsi Syumus Indonesia dari Jakarta. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, menumbuhkan kesabaran, serta menjaga semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Isra Mi’raj di Tanah Bumbu berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam membina kehidupan beragama. Bupati Tanah Bumbu juga menekankan bahwa pembangunan spiritual harus berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan ekonomi agar tercipta masyarakat yang harmonis dan beradab.

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program pembangunan budaya dan spiritual masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.