Jhonlin Group Pertegas Kepedulian Lingkungan Lewat Normalisasi Muara Sungai Tamiang

Facebook
Twitter
WhatsApp

Aceh Tamiang – PT Jhonlin Marine Trans, anak usaha Jhonlin Group, memulai tahap awal normalisasi Muara Peunaga yang merupakan muara Sungai Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan uji coba pengerukan atau dredging sebagai bagian dari upaya pemulihan fungsi alur sungai dan lingkungan pesisir setempat.

Meski Jhonlin Group tidak memiliki investasi maupun aktivitas usaha di Sumatera, termasuk di Aceh, perusahaan milik pengusaha nasional H. Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan lingkungan. Melalui PT Jhonlin Marine Trans, bantuan teknis dan operasional diberikan untuk membantu normalisasi muara sungai yang selama ini mengalami pendangkalan.

Komisaris PT Jhonlin Marine Trans, Yusdar Umar, mengatakan aktivitas pengerukan secara resmi baru dimulai pada Selasa (10/2/2026) dan masih berada pada tahap penyesuaian teknis di lapangan. Menurutnya, uji coba ini penting untuk memastikan kesiapan alat serta metode kerja yang paling sesuai dengan kondisi perairan.

“Jadi kami baru mulai coba hari ini. Masih tahap uji dredging dan pengaturan teknis di lapangan,” ujar Yusdar saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Ia menjelaskan, dokumentasi video yang beredar di publik merupakan hasil pengambilan gambar sejak pagi hari, bersamaan dengan dimulainya aktivitas normalisasi di lokasi muara. Yusdar memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan berharap pengerjaan dapat berlangsung lancar.

Namun demikian, Yusdar menyebut pihaknya belum dapat memastikan durasi keseluruhan pekerjaan. Hal ini karena produktivitas pengerukan masih bergantung pada stabilitas alat dan pengamatan kondisi lapangan dalam beberapa hari ke depan.

“Kami belum bisa memastikan sehari dapat berapa meter. Biasanya setelah alat berjalan normal sekitar seminggu, baru kelihatan ritme dan kapasitas kerjanya,” jelasnya.

Adapun lokasi pekerjaan difokuskan di Muara Peunaga sebagai muara Sungai Tamiang. Dalam rencana teknis, pengerukan akan dilakukan sepanjang sekitar lima kilometer dengan lebar alur mencapai 70 meter, khususnya di kawasan muara yang dinilai krusial bagi kelancaran aliran sungai dan aktivitas masyarakat sekitar.