Kontrak Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Diteken, Konektivitas Tanah Bumbu–Kotabaru Dipercepat

Facebook
Twitter
WhatsApp

Banjarbaru – Pemerintah resmi memulai pembangunan Jembatan Pulau Laut yang akan menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak proyek yang digelar di Banjarbaru, Senin (30/3/2026).

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa dimulainya kontrak menjadi sinyal kuat percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia menilai proyek ini akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu optimistis pembangunan jembatan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas barang dan jasa serta meningkatkan kesejahteraan.

Dukungan pemerintah daerah juga ditunjukkan melalui alokasi anggaran sebesar Rp100 miliar dari APBD Kabupaten Tanah Bumbu. Kontribusi ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas pemerintah daerah dalam merealisasikan proyek yang telah lama dinantikan masyarakat Kalimantan Selatan.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, bersama pihak penyedia jasa konstruksi. Prosesi tersebut turut disaksikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, serta sejumlah kepala daerah terkait.

Gubernur Muhidin menegaskan bahwa penandatanganan kontrak merupakan titik awal yang harus diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan secara cepat dan profesional. Ia meminta pihak kontraktor dapat menyelesaikan proyek sesuai target waktu serta menjaga kualitas pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut direncanakan berlangsung hingga 2028 dengan skema tahun jamak. Kehadiran infrastruktur ini diyakini akan memangkas waktu tempuh antara Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru secara signifikan, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.