BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus memperkuat strategi komunikasi publik untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas penyampaian informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam Public Communication Summit 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Bumbu, Eryanto Rais, bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Al Husain Mardani, menghadiri forum bertema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi di Era Digital”.
Menurut Eryanto, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas komunikasi pemerintah dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
“Public Communication Summit 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi publik dalam membangun kepercayaan masyarakat serta meningkatkan efektivitas penyampaian informasi,” ujarnya menyampaikan pesan Bupati.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, menegaskan bahwa komunikasi publik kini tidak lagi sebatas penyampaian informasi, melainkan menjadi instrumen penting dalam pengelolaan isu serta menjaga reputasi institusi pemerintah.
Ia menilai sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian yang berkembang di ruang digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menjelaskan kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus membangun kesamaan persepsi dalam implementasi narasi tunggal pemerintah.
Dalam forum tersebut, peserta juga memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber nasional terkait strategi komunikasi publik. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya memahami perilaku masyarakat, adaptasi terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, hingga strategi komunikasi krisis yang responsif dan berbasis fakta.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama pengelolaan isu di era digital sebagai wujud sinergi dalam membangun komunikasi publik yang terintegrasi, kredibel, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.