Pemkab Tanah Bumbu Kirim ASN ke PKN II, Dorong Inovasi dan Reformasi Birokrasi

Facebook
Twitter
WhatsApp

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengirimkan dua aparatur sipil negara (ASN) untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan birokrasi yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Keikutsertaan kedua pejabat tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif. Ia menilai PKN Tingkat II merupakan program strategis dalam membentuk pemimpin birokrasi yang mampu menghadirkan inovasi, mempercepat reformasi birokrasi, serta menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah yang terus berkembang.

Menurut Andi Rudi Latif, melalui pelatihan ini diharapkan kompetensi kepemimpinan strategis ASN semakin meningkat sehingga mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, pada Rabu (10/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menekankan pentingnya peran pejabat pemerintah untuk bekerja lebih cepat, kreatif, inovatif, serta mampu beradaptasi terhadap dinamika perubahan di tengah masyarakat. Ia juga mendorong peserta untuk membangun pola pikir sistematis dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah sekaligus menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan kerja masing-masing.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, menjelaskan bahwa PKN Tingkat II bertujuan memenuhi standar kompetensi manajerial bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Selain itu, pelatihan ini juga diarahkan untuk melahirkan inovasi dan kebijakan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 berlangsung selama empat bulan, mulai 10 Juni hingga 15 Oktober 2026, dengan metode blended learning. Kurikulum pelatihan mencakup pengelolaan diri, kepemimpinan strategis, manajemen strategis, hingga aktualisasi kepemimpinan di lingkungan kerja peserta.

Sebanyak 60 pejabat mengikuti pelatihan tersebut, terdiri dari peserta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan, serta satu peserta dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Pelatihan tahun ini mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Melalui Tata Kelola Pemerintahan untuk Mewujudkan Sumber Daya Bidang Pangan, Bencana, Energi dan Ekonomi” yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan pembangunan masa depan.