Bupati Andi Rudi Latif Teken Kesepakatan Percepatan Penanganan Jembatan di Kalsel

Facebook
Twitter
WhatsApp

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menandatangani Kesepakatan Bersama Pilot Project Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan. Kesepakatan tersebut melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, TNI dan Polri.

Penandatanganan berlangsung di Kediaman Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (31/8/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan penanganan jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Andi Rudi Latif mengatakan kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan yang mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat.

“Kesepakatan bersama ini menjadi langkah penting bagi Kabupaten Tanah Bumbu dalam memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat,” ujar Andi Rudi Latif.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya menunjang konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, distribusi barang serta pelayanan publik. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, TNI dan Polri diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pilot project tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan infrastruktur jembatan, termasuk jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan satuan pendidikan dan fasilitas pelayanan publik.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah kabupaten dan kota dalam program tersebut. Ia menyebut percepatan pembangunan jembatan membutuhkan dukungan dan sinergi pembiayaan antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten dan kota berkomitmen mendukung penanganan jembatan melalui pengalokasian anggaran, baik pada perubahan anggaran 2026 maupun anggaran murni 2027.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar menyebut pilot project di Kalimantan Selatan sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk target pembangunan 300 ribu jembatan.

Hingga 13 Agustus 2026, sebanyak 3.395 jembatan telah terbangun melalui Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat dan Polri. Khusus di Kalimantan Selatan, sebanyak 131 jembatan desa disinergikan melalui program Judesa.

Artikel Terbaru