Produksi Tenun Pagatan Meningkat 90 Persen, Perajin Tambah Lima Tenaga Kerja

Facebook
Twitter
WhatsApp

BATULICIN — Dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terhadap pengembangan Tenun Pagatan mulai berdampak pada peningkatan kapasitas produksi perajin. Bantuan peralatan produksi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian membuat proses pengerjaan kain menjadi lebih cepat sekaligus membuka peluang penambahan tenaga kerja.

Dampak tersebut dirasakan Kelompok Generasi Tenun Mandiri. Abdul Aziz, perajin sekaligus anggota kelompok, mengatakan penggunaan peralatan baru membuat waktu produksi jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.

“Dulu satu bulan itu paling dapat satu. Sekarang 20 hari bisa dapat 10,” kata Abdul Aziz, Rabu (16/9/2026).

Menurut Abdul Aziz, peningkatan kapasitas tersebut membuat produksi kelompok naik sekitar 90 persen. Kemampuan produksi yang semakin besar juga memungkinkan kelompok melibatkan lima pekerja tambahan untuk mendukung proses pengerjaan.

Bantuan Pemkab Tanah Bumbu mencakup berbagai peralatan produksi, mulai dari lima alat tenun besar dan tiga alat tenun kecil hingga mesin obras, mesin jahit, mesin potong bahan kain, mesin overdeck, mesin neci benang, mesin jahit kulit sepatu, mesin jahit industrial serta setrika uap boiler. Total nilai bantuan mencapai Rp264.536.850.

Peningkatan kapasitas produksi menjadi penting karena produk Tenun Pagatan tidak hanya dipasarkan di Tanah Bumbu. Abdul Aziz menyebut permintaan datang dari berbagai daerah, bahkan kain produksi kelompok telah dikirim kepada pembeli di luar negeri, termasuk India dan Inggris.

Di tengah pengembangan produksi, keterampilan menenun juga tetap diarahkan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya masyarakat Pagatan. Menurut Abdul Aziz, tradisi Tenun Pagatan telah diwariskan secara turun-temurun sejak abad ke-17.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mendorong agar dukungan terhadap perajin terus diarahkan pada peningkatan produksi sekaligus regenerasi. Penambahan peralatan diharapkan membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar menenun dan meneruskan keterampilan tersebut kepada generasi berikutnya.

Dengan kapasitas produksi yang semakin kuat dan pasar yang meluas, Tenun Pagatan diharapkan terus berkembang sebagai produk budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Tanah Bumbu.

Artikel Terbaru