Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Pelatihan Aparatur

Facebook
Twitter
WhatsApp

Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Korban Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2026 di Aula SMKN 1 Simpang Empat, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas aparatur desa dan kelurahan dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan di lingkungan masyarakat.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Deny Hariyanto, menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa aparatur desa dan kelurahan memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat, sehingga berperan penting dalam upaya pencegahan maupun penanganan awal kasus kekerasan.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Namun, aparatur desa dan kelurahan memiliki posisi yang sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kepekaan sosial aparatur di tingkat akar rumput agar mampu melakukan deteksi dini dan penanganan awal terhadap korban kekerasan.

Ia menilai, aparatur desa dan kelurahan memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam mengidentifikasi potensi kekerasan sejak dini serta memberikan respons cepat yang berpihak kepada korban.

“Dengan pemahaman yang baik, keterampilan yang memadai, serta kepekaan sosial yang tinggi, aparatur desa dan kelurahan diharapkan menjadi ujung tombak dalam mencegah kekerasan serta memberikan penanganan awal yang cepat, tepat, dan berperspektif korban,” jelasnya.

Deny juga mengingatkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kerap terjadi di lingkungan terdekat dan sering tidak terlaporkan akibat minimnya keberanian korban maupun kurangnya kepedulian lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya keberanian, kepedulian, serta sistem yang responsif agar setiap kasus dapat segera teridentifikasi dan ditangani dengan baik.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memanfaatkan forum sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui berbagai program dan kebijakan strategis.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkeadilan untuk mewujudkan Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab,” pungkasnya.