Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Pelaporan Stunting Lewat Sosialisasi Web Aksi

Facebook
Twitter
WhatsApp

Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Bappedalitbang menggelar sosialisasi pengisian Web Aksi Konvergensi sebagai upaya mempercepat penurunan stunting di daerah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di Ruang Rapat Bappedalitbang, Gunung Tinggi, Batulicin, dengan melibatkan seluruh perangkat daerah terkait.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Bappedalitbang Tanah Bumbu M. Untung RLU yang disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Sri Rahayu menegaskan bahwa sosialisasi ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman teknis para admin Web Aksi Bina Bangda di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu. Hal tersebut berkaitan dengan pelaporan pelaksanaan konvergensi pencegahan serta percepatan penurunan stunting yang menjadi prioritas nasional.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tahapan pelaporan konvergensi penanganan stunting pada Web Bina Bangda Kemendagri tahun 2026 dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai ketentuan,” ujar Sri Rahayu.

Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas admin menjadi penting agar proses input data dan pelaporan lintas sektor dapat berjalan lebih akurat, terstruktur, serta selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan sistem digital ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi program penurunan stunting di Tanah Bumbu.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Tanah Bumbu, di antaranya Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, DPMD, DPUPR, DLH, Diskominfo SP, Disperkimtan, Disdukcapil, DKPP, Disnakertrans, DKUMPP, serta Bappedalitbang.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk memperkuat aksi konvergensi penanganan stunting secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung target nasional dalam menurunkan prevalensi stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.